Ini Lho Bahaya Dibalik Menunda Buang Air Kecil

QuestionsCategory: QuestionsIni Lho Bahaya Dibalik Menunda Buang Air Kecil
immersivemathfan asked 4 months ago

Buang air kecil
Buang air kecil

Kegiatan berkemih atau buang air kecil merupakan hal alami yang terjadi pada manusia. Dalam sehari frekuensi berkemih bisa terjadi hingga 5-8 kali. Frekuensi ini tergantung dari sedikit banyaknya jumlah asupan cairan yang masuk ke dalam tubuh selama sehari, serta adanya faktor yang melatarbelakangi, seperti faktor usia, jenis minuman yang dikonsumsi, kehamilan, pengaruh obat-obatan tertentu, dan ukuran kandung kemih. Saat tubuh merasa ingin berkemih, jangan ditahan dan segera membuangnya. Karena berkemih bertujuan untuk menghilangkan semua sisa atau limbah dalam tubuh yang tidak diperlukan dan berdampak penting bagi kesehatan.
 
Namun, karena berbagai alasan beberapa orang sering sekali menunda keinginan berkemih. Mulai karena alasan sedang berkendara di jalanan, memiliki pekerjaan yang tidak bisa di tinggal, sedang rapat, hingga alasan karena malas pergi ke kamar mandi. Hal ini jika dilakukan terlalu sering akan berdampak buruk bagi kesehatan. Karena menahan untuk kencing membuat kandung kemih tidak mampu menahan banyak air. Karena kira-kira daya tampung yang bisa ditahan adalah dua cangkir atau sekitar 400 gr. Isi cairan di kandung kemih yang berlebihan karena tak kunjung dikeluarkan akan membuat otot-otot di sekitarnya bekerja ekstra keras. Hal ini jika dibiarkan bisa menyebabkan gangguan pada dasar panggul.
 
Menahan untuk berkemih terlalu sering akan memberikan dampak buruk bagi kesehatan. Dampak buruk ini memang tidak akan terjadi dalam waktu dekat, namun secara pasti akan terjadi akan terjadi dalam kurun waktu tertentu. Anda perlu mengetahui beberapa dampak buruk tersebut, agar setelah membacanya tidak akan melakukan tindakan buruk yang serupa. Adapun beberapa konsekuensi kesehatan yang akan terjadi karena terlalu sering menahan kencing, antara lain:

1.    Infeksi saluran kencing.
Salah satu dampak buruk dari menahan kencing adalah mengalami infeksi saluran kencing. Kondisi ini disebabkan karena koleksi bakteri di sekitar permukaan uretra (tabung yang membawa urine dari dalam kandung kemih menuju keluar) akan cenderung masuk ke dalam ketika terlalu sering tidak buang air sesegera mungkin. Berkemih akan membantu tubuh dalam membuang bakteri. Namun karena sering ditahan, maka bakteri memiliki kesempatan untuk berkembang biak.

2.    Kandung kemih yang sangat sensitif.
Kandung kemih yang sensitif biasanya dipengaruhi dari apa yang dimakan dan diminum. Akan tetapi karena kebiasaan menahan untuk kencing akan membuat kandung kemih lebih sensitif. hal ini dikarenakan kandung kemih akan membentang menyesuaikan jumlah urin yang meningkat di dalamnya. Sehingga sensor menjadi terlalu aktif dan membuat tubuh ingin kencing lebih sering dari biasanya. Kondisi ini juga menjadi salah satu gejala dari infeksi saluran kencing. Sehingga jika Anda mengalami hal serupa, segera periksakan diri ke dokter.

3.    Pembengkakan kandung kemih.
Sering minum itu bagus jika di imbangi dengan seringnya buang air kecil juga. Yang justru menjadi tidak baik adalah jika banyak minum tapi sedikit buang air. Hal ini karena kandung kemih rata-rata bisa menampung cairan hingga 15 ons. Jika dalam sehari mengkonsumsi 8 gelas air, maka jumlah cairan yang dikonsumsi sekitar 64 ons. Sehingga rata-rata kandung kemih bisa menyimpan sekitar seperempat air yang sudah diminum setiap harinya.

4.    Batu ginjal.
Menahan kencing yang terlalu sering akan berdampak buruk bagi kesehatan berupa batu ginjal. Dinamakan demikian karena dalam kondisi ini terdapat batu kecil yang terbentuk dalam ginjal karena kelebihan natrium dan kalsium. Jika endapan mineral ini tidak dikeluarkan secara teratur dari dalam tubuh melalui urine, maka akan terbentuk bantu. Jikapun ingin mengeluarkannya dari saluran kemih akan terasa sakit yang luar biasa.

5.    Gagal ginjal.
Dampak buruk menahan buang air kecil yang sangat fatal terjadi adalah mengalami gagal ginjal. Kondisi ini disebabkan karena ginjal tidak mampu menyaring racun dan limbah dari darah dan juga karena adanya infeksi yang disebabkan oleh menahan kencing.